MAKAN MIE INSTAN?

Sudah sering kita mendengar hal-hal yang kita tidak tahu pasti kebenarannya tentang makan mie instan. Bahkan di medsos beredar video ataupun tulisan tentang mie instan yang kita juga tidak tahu pasti kebenarannya. Padahal, data mengatakan, penjualan mie instan di Indonesia sebesar 18,1 milyar bungkus per tahun!!! Yuk kita telaah…..

Kita mulai dari cara memasak: memasak mie instan dianjurkan sesuai dengan cara penyajian yang tercantum di belakang kemasan. Untuk mie instan kuah, jangan dibuang kuahnya. Justru di dalam kuah itu terkandung zat-zat gizi. Kita tahu mie instan kaya karbohidrat dan lemak, tapi rendah gizi. Oleh karena itu oleh produsen mie instan, dilakukanlah proses fortifikasi, yaitu penambahan zat gizi berupa vitamin dan mineral dalam proses pembuatannya. Nah, kalau direbus, sebagian zat gizi itu larut dalam kuah, maka jangan dibuang ya, Guys. Kata orang ada lilinnya! Nah, ini sungguh menyesatkan. Tidak ada lilin dalam pembuatan mie instan. Mengapa mie bisa kenyal, karena terbuat dari tepung yang mengandung gluten (hindari makan mie pada penderita alergi gluten atau pada penderita autisme). Menjadi berminyak dan terbakar kalau disulut api, karena dalam proses pembuatannya, mie instan digoreng dalam minyak panas sehingga awet tanpa bahan pengawet.

Kandungan Gizi: 1 bungkus mie instan mengandung kurang lebih total 300 – 350 kkal. Untuk porsi makan kita tanpa aktivitas fisik berat, cukup menyantap 1 – 2 bungkus mie instan. Di dalamnya terkandung karbohidrat 46 g, lemak total 12 g, dan protein 7 g. Terkandung juga vitamin A, B1, B6, B12, Niasin, Asam folat, dan zat besi, juga Natrium, yang diperoleh dari proses fortifikasi dan di dalam bumbu-bumbunya.

Lemak dan Natrium yang terdapat di dalam mie instan sudah melebihi 40 % kebutuhan harian kita. Oleh karena itu pada penderita hipertensi dan gangguan kolesterol, hati-hatilah dalam mengkonsumsi mie instan. Jangan terlalu banyak. Beberapa penelitian menyebutkan pemberian mie instan justru dapat memperbaiki kekurangan gizi (zat besi dan asam folat), terutama pada ibu hamil yang biasanya memang agak kesulitan makan karena mual pada masa awal kehamilan. MSG yang terdapat dalam mie instan cukup aman dikonsumsi tanpa menimbulkan efek samping.

Penyajian mie instan dengan dilengkapi bahan-bahan pangan yang lain tentu sangat dianjurkan. Dengan penambahan sayuran hijau (sawi, selada, atau bahkan bayam), wortel, tomat, protein hewani seperti ayam rebus suwir, atau telur, atau bakso daging sapi, mie instan dapat menjadi menu pilihan yang disukai anak-anak yang rewel makan dan tidak mau makan nasi. Gizi tercukupi dan masalah anak rewel penyuka mie instan terselesaikan. Jadi, Ibu-Ibu, anak kos, dan kid jaman now, jangan takut lagi menyantap mie instan.

Selamat menikmati.

SECANGKIR HOT CHOCOLATE & HATIPUN BAHAGIA

Anda pernah merasa tidak semangat? Merasa sedih tanpa sebab?

Cobalah secangkir hot chocolate, dan kesedihan akan berlalu. Mengapa begitu?

Selain rasanya yang nikmat, dark chocolate mengandung flavonoid, suatu bahan yang menurunkan risiko sejumlah masalah kesehatan seperti kanker dan penyakit jantung. Flavonoid termasuk antioksidan yang akan meningkatkan kesehatan jantung. Semakin tinggi kadar coklatnya (dark chocolate), semakin besar kandungan antioksidannya. Antioksidan ini sama seperti yang terkandung pada teh hijau maupun anggur merah. Menurut AHA (Asosiasi jantung di Amerika), antioksidan ini akan membantu menurunkan tekanan darah dan menurunkan kadar kolesterol “jahat”. Coklat juga mengandung lemak “baik” (cocoa butter).

Selain itu, coklat  mengandung serotonin yang dapat meningkatkan “mood”.  Serotonin adalah hormon “bahagia”. Mengkonsumsi coklat pada saat sebelum dan waktu menstruasi sangat banyak membantu para wanita. Selain serotonin yang terkandung dapat memperbaiki suasana hati, kandungan besi dan Magnesiumnya juga penting untuk membantu para wanita yang “bad mood” saat penyakit bulanan datang.

Ternyata, coklat pun mengandung sedikit kafein (0,2 – 0,7 %). Bandingkan dengan kandungan kafein pada biji kopi kering (1,2 %) dan daun teh (3 %). Kopi robusta mengandung kafein 40 – 50 % lebih banyak daripada kopi biasa. Sedikit banyak, kandungan kafein ini juga membantu untuk meningkatkan semangat dan gairah beraktivitas.

Bila kita mengkonsumsi coklat, otak kita akan memproduksi dopamin, suatu hormon “semangat”, sehingga dikatakan meminum secangkir coklat hangat akan mengurangi stres.

Jadi,.. kalau pasangan Anda lagi ngambek, ada baiknya untuk membelikan secangkir hot chocolate atau sebatang coklat atau es krim coklat, atau brownies.

Selamat mencoba…

PERLUKAH KOLESTEROL?

Akhir-akhir ini viral pernyataan di medsos tentang tidak perlunya lagi diet kolesterol, tidak perlu lagi minum obat kolesterol, dan sebagainya.

Terlepas dari persaingan bisnis obat anti kolesterol, bagaimana kita secara bijak menyikapinya?

Kolesterol merupakan bahan dinding sel makhluk hidup, juga bahan pembungkus saraf, bahan regenerasi otak, dan merupakan bahan pembuat hormon. Tidak salah bahwa kemudian informasi ini dipakai untuk menyerang bisnis obat anti kolesterol dengan tuduhan menyebabkan kepikunan, impotensi, dan sebagainya.

Pada konsensus internasional, masih disebutkan untuk pencegahan penyakit jantung koroner pada penderita kencing manis adalah menjaga kadar LDL (salah satu lemak jahat) kurang dari 100 mg/dL. Demikian juga pada update tentang gangguan lemak penyebab pembuntuan pembuluh darah (atherogenic dyslipidemia), Trigliserida (salah satu lemak jahat juga) berperan pada kejadian penyakit jantung koroner. Banyak data tentang LDL yang telah tercapai targetnya namun masih mengalami serangan jantung, sehingga Trigliserida juga harus dikelola tidak menunggu sampai kadarnya lebih dari 400 mg/dL (ACC AHA 2017).

Jadi perlukah diet kolesterol? Sampai saat ini masih dianjurkan untuk mengurangi makanan dengan kadar kolesterol tinggi seperti jerohan, santan dan minyak kelapa dengan pemanasan, susu penuh, mentega, keju, kuning telur, kaldu pekat, udang, cumi, kerang, kepiting, dan daging berlemak.

Perlukah mengkonsumsi obat anti kolesterol (golongan statin)? Kita harus melihat faktor risiko penyakit jantung koroner pada kita masing-masing untuk menentukan perlu tidaknya mengkonsumsi obat anti kolesterol.

Faktor risiko :

  • Merokok
  • Kadar HDL < 40 mg/dL
  • Usia (laki-laki ≥ 45 th, Wanita ≥ 55 th)
  • Hipertensi (TD ≥ 140/90 mmHg atau sedang dalam pengobatan hipertensi)
  • Riwayat keluarga serangan jantung usia muda (Laki-laki < 55 th, Wanita < 65 th)

Dengan menghitung jumlah risiko yang ada, maka dapat ditentukan apakah seseorang perlu mendapatkan terapi anti kolesterol atau tidak, berdasarkan kadar LDL nya.

Target kadar LDL :

  • Faktor risiko 0 – 1 : < 160 mg/dL
  • Faktor risiko ≥ 2 : < 130 mg/dL
  • Terdapat Penyakit Jantung Koroner atau Diabetes Mellitus : < 100 mg/dL
  • Terdapat Penyakit Jantung Koroner dan Diabetes Mellitus : 70 mg/dL

Bila target LDL belum tercapai, perlu dipikirkan pemakaian obat kolesterol. Apakah jangka lama minum obat kolesterol tidak merusak ginjal? Pertanyaan ini seringkali diajukan. Sampai saat ini, pemakaian obat kolesterol jangka lama tidak dilaporkan menyebabkan kerusakan ginjal. Pemakaian jangka lama akan membantu mengurangi plaque (plak) yang sudah terbentuk di dinding pembuluh darah. Pemakaian obat anti kolesterol jangka pendek tidak akan mengurangi plak yang sudah ada, hanya menurunkan kadar kolesterol dalam darah saat itu.

Jadi mari kita bijak menjaga kesehatan kita: Check up kolesterol rutin, menjaga makanan, dan tetap olah raga secara terukur dan teratur.

Salam sehat.

BATASI KARBOHIDRAT YUK !

Karbohidrat (sumbernya adalah nasi, baik dari beras putih, beras merah, maupun beras hitam, jagung, kentang, ubi-ubian yang lain, sagu, mie, produk tepung) diproses di dalam tubuh dan menjadi gula yang digunakan sebagai sumber energi. Orang Indonesia mengatakan “belum makan” kalau belum makan nasi. Idealnya, dalam seporsi makanan, Karbohidrat hanya menempati seperempat porsi saja, separuh porsi dipenuhi sayur, sedang seperempatnya lagi adalah porsi untuk protein nabati maupun hewani (lauk pauk). Komposisi ini ideal bagi sebagian besar pemuda dan setengah baya (18-80 tahun). Komposisi berubah bagi orang dengan kondisi khusus, misalnya bayi, anak-anak, olahragawan, lansia, kuli bangunan, orang dalam proses penyembuhan, dan orang-orang dengan sakit tertentu.

Pada prinsipnya, pembatasan asupan Karbohidrat sangat baik. Sayangnya di sekitar kita, terutama di pulau Jawa ini, dan khususnya di Kota Malang, Karbohidrat menempati urutan pertama makanan favorit. Contoh : kalau kita menerima nasi kotak, perhatikan isinya. Ada nasi, perkedel (kentang), mie, sambel goreng kentang, ati, pete, mungkin ada telur atau ayam, kerupuk (tepung) lalu ada sambel goreng tempe kentang kering, dan mungkin ada sedikit sayur berupa oseng ucet atau capcay porsi mini. Sebagian besar isi kotak itu adalah Karbohidrat!  Kalori yang kita masukkan ke dalam tubuh kita seringkali berlebihan dibanding yang dikeluarkan untuk aktivitas kita sehari-hari. Akibat penumpukan gula ini akan memicu berbagai macam kondisi seperti munculnya kencing manis (Diabetes Mellitus), kegemukan atau obesitas, dan berbagai kelainan metabolik lainnya.

Bagaimana dengan beras merah atau beras hitam yang dikatakan lebih sehat? Beras merah atau beras hitam mengandung lebih banyak serat dibanding beras putih. Oleh karenanya, lebih lama dicerna sehingga memberi rasa kenyang lebih lama. Untuk memberi rasa kenyang yang sama dengan nasi putih, hanya dibutuhkan setengah hingga tigaperempatnya saja dengan nasi merah atau nasi hitam. Dengan demikian, asupan Karbohidrat dapat dikurangi.

Untuk siswa sekolah hingga mahasiswa kuliahan, atau pegawai kantoran, sebaiknya sarapan tidak terlalu banyak Karbohidrat dan lemak bila aktivitas seharian itu hanya duduk di bangku sekolah atau kuliah atau kantor. Akibat komposisi didominasi oleh Karbohidrat dan lemak (misalnya menu nasi goreng, nasi rawon, nasi soto, dan banyak menu sarapan pada umumnya), kurang lebih 3 – 4 jam setelah itu timbullah rasa kantuk. Maka sebaiknya menu sarapan didominasi oleh serat (misalnya pecel atau urap-urap tanpa atau dengan sedikit nasi, atau bahkan hanya minum jus buah tanpa gula). Badan akan lebih segar dan semangat menyala untuk mengawali hari.

Berikut contoh menu sehat (untuk orang sehat) menurut labmalang.com :

Sarapan : Segelas jus buah-buahan yang berasal dari 5 buah 5 warna tanpa gula

Snack : 2 buah pisang ambon atau pisang hijau atau seiris roti gandum dengan irisan telur rebus

Makan siang : Menu biasa, makan nasi dengan komposisi ideal seperti di atas.

Snack sore : Kue tradisional atau buah-buahan

Makan malam : Karbohidrat sangat sedikit dengan porsi besar sayur-sayuran.

Bila perlu “melekan” karena ada tugas sekolah atau tugas kuliah atau lemburan, dan merasa lapar, makan apel atau pear atau buah naga atau alpukat sangat baik untuk menemani malam panjang.

Selamat mencoba. Badan akan terasa lebih segar dan ringan. Yang pingin kurus akan terbantu.

TIPS OLAH RAGA SEHAT

Destinasi wisata di Kota Malang banyak sekali, apalagi wisata alamnya. Bukan hanya pantai dan air terjun, tetapi juga jalur treking yang indah. Ada jalan ke Puthuk Lesung (± 1300 mdpl), ke Budug Asu (± 1359 mdpl), ke Coban Rais (tapi jalan lho ya, gak pakai ojek), ke Coban Talun, ke Gunung Panderman, dan masih banyak lagi jalur treking. Jalur-jalur ini bisa ditempuh dengan santai dimulai dari pagi hari dan pulang pada sore hari.

Olah raga yang aman bagi pemuda (menurut WHO usia 18 – 65 tahun), bahkan setengah baya (66 – 79 tahun), tentunya yang tidak bersifat kompetitif, tetapi lebih bersifat kardio, aerobik, atau rekreatif. Olah raga jenis ini misalnya jogging, jalan, berenang, atau bersepeda. Tentu saja, yang baik bila dilakukan secara teratur dan terukur, 3 – 5 kali/minggu, selama 1/2 – 1 jam. Sekali waktu, bisa diselingi dengan treking tanpa target ke jalur-jalur indah tersebut di atas.

Berbicara tentang trekking, harus dengan persiapan yang baik. Kegiatan ini bukan hanya sekadar rekreasi, atau bahkan olah raga, tetapi juga relaksasi, meditasi, bahkan inner healing. Di sepanjang jalan, kita bisa merefleksikan apa saja yang kita lihat dan alami. Tapak demi tapak perjalanan kita, keindahan bunyi-bunyian satwa, kesunyian alam dengan hembusan angin, gesekan dedaunan, kerat batang pohon yang saling bergesekan, hijaunya pemandangan yang kita lihat, kesadaran akan besarnya Sang pencipta dan betapa kecilnya kita manusia, segarnya udara yang kita hirup, hingga rasa syukur.

Persiapan  trekking harus cukup, walaupun kegiatan ini cuma “jalan”.

  1. Siapkan tujuan, bahwa trekking untuk olah raga rekreatif, tanpa target.
  2. Siapkan teman. Teman seperjalanan yang setara / seimbang, sangat dibutuhkan. Tidak nyaman bagi seorang berusia 60 tahun yang belum pernah treking, berjalan bersama pemuda usia 19 tahun yang punya target sampai tujuan dengan durasi waktu tertentu.
  3. Siapkan bekal. Malam hari sebelumnya, makan cukup karbohidrat. Pada hari trekking, dimulai dengan sarapan cukup Karbohidrat juga. Siapkan camilan yang bisa dimakan sambil jalan yang dapat menambah energi secara cepat, seperti kurma, buah kering, kacang-kacangan (jangan terlalu berat). Makan siang berupa bekal setangkup roti gandum dengan isi telur, daging asap, keju, sosis, atau selai kacang.
  4. Hal terpenting adalah air minum. Siapkan bekal air minum ± 1 – 1,5 L untuk perjalanan seharian. Tidak terlalu sedikit, tetapi juga tidak terlalu banyak sehingga membebani punggung selama perjalanan. Air minum tidak diminum sekaligus, tetapi diminum tiap 15 – 30 menit.
  5. Bila perjalanan pada musim hujan, maka membawa jas hujan disposibel sangat disarankan (tidak dianjurkan menggunakan payung atau jas hujan tebal).
  6. Adalah sangat baik bila menggunakan decker lutut, terutama orang dengan gangguan lutut, penderita osteoarthritis, maupun orang sehat berusia > 40 tahun. Di atas usia 40 tahun, trekking pole (tongkat jalan) sangat membantu sekali, baik sebagai pembantu keseimbangan, pegangan, maupun penyangga lutut.
  7. Jangan lupakan menggunakan topi dan sunblok.
  8. Lakukan pemeriksaan jantung dan tekanan darah sebelum memulai perjalanan.

Selamat bersenang-senang.

PENYELAMAT GANGGUAN PERUT

Kita pasti pernah mengalami rasa tidak enak pada perut, entah itu berupa mual, rasa penuh, rasa “enek”, sebah, atau orang Jawa bilang “mblenek”, “begah”, “munek” atau rasa kenyang terus. Seringkali nasihat nenek atau ibu kita adalah minum-minuman hangat, baik berupa teh hangat atau sekadar air hangat. Tapi, ingatkah kita bahwa setelah itu, kita cenderung langsung muntah dan kemudian berasa lega? Dan setelah itu, rasa tidak enak tersebut datang kembali.

Sebenarnya, gangguan pencernaan, atau gangguan pada lambung, baik berupa terlambatnya pengosongan lambung sehingga terasa kenyang terus (contoh : muntahan pagi hari masih berupa makanan semalam yang seharusnya sudah tidak berada di lambung lagi), peningkatan produksi asam lambung, radang lambung, luka lambung, dan gangguan lambung lainnya pada tahap awal bisa diselamatkan dengan es krim. “Hah, es krim?” Begitu selalu pertanyaan yang diajukan dengan tidak percaya. “Masa orang sakit disuruh minum es krim?” Siapa sih yang tidak suka dengan es krim?

Pengosongan lambung (gastric emptying) yang normal terjadi sempurna kurang lebih 3 jam dan makanan masuk ke usus. Pengosongan lambung dapat dipercepat bila minum minuman dingin, berbaring miring ke kanan, dan diposisikan puasa (fasting). Sedangkan kondisi sebaliknya (minum hangat, berbaring miring ke kiri, dan mengkonsumsi makanan padat terutama yang hangat, akan memperlambat pengosongan lambung). Maka, bila terjadi gangguan pencernaan yang menyebabkan rasa tidak enak pada perut seperti di atas tadi, tindakan yang dilakukan adalah stop mengkonsumsi makanan, minumlah sesuatu yang dingin, dan berbaringlah miring ke kanan.

Solusi es krim menjadi pilihan obat menyenangkan tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga orang dewasa dan lansia yang mengalami gangguan pengosongan lambung yang menyebabkan rasa tidak enak pada perut. Tidak perlu kuatir terhadap kondisi “tidak makan”. Di dalam kandungan es krim sudah terdapat cukup gula sebagai sumber energi, protein  dan lemak dari produk susu.

Olah Raga Yang Tepat

Beberapa waktu yang lalu, selalu dinasihatkan bagi yang berusia lebih dari 40 tahun untuk memilih olahraga yang bersifat aerobik atau “kardio”, yaitu olahraga yang terukur dan teratur. Contoh olah raga jenis ini adalah jogging, berenang, bersepeda, atau jalan kaki. Tetapi, akhir-akhir ini banyak diberitakan kejadian tidak terduga, berupa kematian mendadak peserta lari marathon, pesepeda gunung, pendaki gunung, atau bahkan pejalan kaki (hash atau tracking). Penyebab kematian yang diberitakan baik di surat kabar atau media sosial antara lain kehausan, kelelahan, kedinginan, atau serangan jantung. Bukankah jenis olah raga ini cukup aman? Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Olah raga yang bagaimana yang sebenarnya dikatakan aman?

Olah raga yang bersifat kompetitif, meskipun alasannya hanya santai atau untuk senang-senang saja, seperti bulutangkis, tennis lapangan, futsal, sepakbola, sangat berisiko bagi orang yang sudah mempunya “plak” di pembuluh darahnya. Adanya “plak” disertai dengan kadar Kolesterol, Kolesterol LDL, dan Trigliserida yang tinggi dan mudah teroksidasi, dengan ditambah adanya adrenalin yang diproduksi berlebihan saat melakukan olah raga yang bersifat kompetitif, menyebabkan mudahnya plak di pembuluh darah tersebut pecah, menyemburkan isinya, dan mengundang sel-sel di darah untuk menutup pecahan tersebut sehingga terjadi pembuntuan total pembuluh darah. Bila pembuntuan ini terjadi di pembuluh darah jantung terjadi serangan jantung, bila terjadi di pembuluh darah otak terjadi stroke. Adrenalin memiliki peranan sangat penting di sini, karena selain menyebabkan tekanan darah meningkat, juga menyebabkan menyempitnya pembuluh darah. Adrenalin juga meningkat kadarnya bila seseorang stres, mengalami kecemasan, bahkan saat-saat menegangkan seperti naik jet coaster, menghadapi ujian, menonton film horor, dan mengalami hal-hal lain yang menegangkan.

Pada jenis olah raga seperti lari marathon, naik gunung, tracking atau hash, bersepeda cross country atau trail, ternyata terjadi pula peningkatan Adrenalin ini. Olah raga jenis ini menuntut target, baik itu target kelompok,  gengsi, atau target pencapaian pribadi. Jadi harusnya bagaimana menyikapi jenis olah raga ini?

Olah raga yang aman bagi orang yang berusia > 40 tahun sebenarnya tetap olah raga yang bersifat aerobik atau “kardio” secara terukur dan teratur. Jenis olah raga ini berupa jalan kaki, bersepeda, berenang, jogging, dan dilakukan secara teratur 3 – 5 kali / minggu, dengan durasi 30 menit sampai 1 jam. Idealnya dimulai dengan melakukan  peregangan, pemanasan, dan diakhiri dengan pendinginan.

 

 

 

Diabetes Mellitus (Kencing Manis)

Kencing manis (Diabetes Mellitus, DM) adalah suatu kondisi di mana metabolisme tubuh terganggu sehingga kadar gula darah meningkat. DM terdiri dari 2 tipe, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Tipe 1 muncul saat anak-anak dan disebabkan karena produksi insulin oleh sel beta pankreas terganggu. Sedangkan DM tipe 2 muncul saat dewasa dan pada mulanya disebabkan karena resistensi insulin. Insulin diproduksi, tetapi tidak dikenali oleh tubuh.

DM tipe 2 sangat dipengaruhi oleh pola hidup, yaitu pola makan dan aktivitas fisik.

Untuk menghindari terjadinya kencing manis, yuk mulai hidup sehat. Mulailah dengan mengurangi konsumsi karbohidrat (nasi, mie, kentang, produk tepung) dan makanan manis-manis. Perbanyak makan sayur-sayuran dan buah-buahan berserat tinggi. Lakukan olah raga yang terukur dan teratur seperti jogging, jalan kaki, berenang, bersepeda 3 – 5 kali/minggu selama 30 – 60 menit. Olah raga ini dapat diganti dengan aktivitas mencuci mobil, mengepel, berkebun, menyikat kamar mandi.

Kapan seseorang dikatakan mengidap kencing manis? Gejala utama pengidap kencing manis adalah sering minum, sering kencing, dan sering makan. Diagnosa kencing manis ditegakkan bila :

  • Kadar Gula Darah Puasa > 126 mg/dL
  • Kadar Gula Darah Sesaat atau kadar Gula Darah 2 jam setelah makan > 200 mg/dL
  • HbA1c > 6,5 %

Pada penderita DM, kontrol gula darah adalah hal terpenting. Pada umumnya obat anti diabetes dikonsumsi dalam jangka waktu lama. Menggunakan obat-obatan anti diabetes sesuai dengan anjuran dokter tidak akan merusak ginjal seperti dikhawatirkan banyak orang. Justru dengan mengontrol gula darah (target HbA1c < 7%), maka ginjal, jantung, saraf, mata, dan banyak organ lain terselamatkan.

Pengertian Trigliserida

Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang dibawa dalam aliran darah dan juga merupakan zat yang disimpan di dalam jaringan sebagai hasil dari konversi sebagian besar jenis lemak di dalam tubuh. Trigliserida yang ada dalam darah manusia tidak hanya berasal dari makanan dan minuman yang dikonsumsi, melainkan juga dari hasil produksi yang dilakukan sendiri oleh tubuh sebagai sumber energi.

Trigliserida merupakan hasil konversi kalori tidak terpakai dan disimpan untuk menyediakan cadangan energi bagi tubuh. Hal tersebut menyebabkan seseorang yang sering mengonsumsi kalori melebihi jumlah yang yang dibutuhkan oleh tubuhnya, akan beresiko memiliki kadar trigliserida tinggi.

Semakin tinggi kadar trigliserida, maka risiko kita untuk terkena penyakit jantung dan sindrom metabolik yang juga berhubungan dengan stroke. Kadar trigliserida dalam tubuh bisa diketahui melalui tes darah. Berikut ini adalah parameter kadar trigliserida yang bisa digunakan sebagai acuan kesehatan.

Jumlah trigliserida dalam satuan miligram per desiliter (mg/dL) Status
≥ 500 Sangat tinggi
200-499 Tinggi
150-199 Cukup tinggi
< 150 Normal

Gejala Trigliserida

Tidak ada gejala pasti yang muncul akibat tingginya kadar trigliserida dalam tubuh. Namun pada kasus yang jarang terjadi, penderita kondisi ini mengalami pankreatitis yang ditandai dengan gejala nyeri hebat yang terasa secara mendadak di bagian perut, demam, mual, muntah, dan nafsu makan berkurang. Pada kasus trigliserida tinggi yang disebabkan oleh penyakit turunan, gejala berupa penumpukan lemak di bawah lapisan kulit (xanthoma) juga bisa terjadi.

Penyebab Trigliserida

Obesitas dan diabetes yang tidak terkontrol dengan baik adalah penyebab yang paling banyak ditemukan dari seluruh kasus trigliserida tinggi. Karena itu harap waspada jika Anda termasuk orang yang kelebihan berat badan atau orang yang malas melakukan aktivitas fisik, terlebih lagi jika Anda gemar mengonsumsi makanan yang mengandung zat gula atau karbohidrat yang tinggi, atau gemar mengonsumsi minuman keras.

Selain faktor-faktor di atas, trigliserida tinggi juga bisa disebabkan oleh:

  • Penyakit hipotiroid.
  • Penyakit ginjal.
  • Gangguan metabolisme lemak yang sifatnya turunan.
  • Efek samping terapi pengganti hormon estrogen dalam pengobatan menopause.
  • Efek samping sejumlah obat, seperti penghambat beta, steroid, tamoksifen, pil KB, dan diuretik.

Pengobatan Trigliserida

Kadar trigliserida tinggi bisa Anda turunkan melalui penerapan pola makan dan gaya hidup sehat. Contoh-contoh yang termasuk ke dalam solusi sederhana tersebut di antaranya adalah:

  • Mengendalikan berat badan. Jika berat badan melebihi bobot ideal atau bahkan sudah mengalami obesitas, menurunkan berat sekitar 2-5 kilogram bisa menurunkan kadar trigliserida dalam tubuh.
  • Mengonsumsi lemak sehat. Ganti lemak jenuh pada daging dengan lemak tidak jenuh dari tanaman, misalnya pada minyak zaitun, minyak kacang dan dari minyak canola. Selain itu, gantikan daging merah dengan konsumsi ikan laut, seperti salmon.
  • Menurunkan asupan kalori. Anda perlu mengingat bahwa kalori yang berlebihan akan diubah menjadi trigliserida dan disimpan sebagai lemak. Secara tidak langsung, menurunkan asupan kalori juga berarti menurunkan kadar trigliserida.
  • Batasi konsumsi gula dan makanan olahan. Gula dan makanan yang terbuat dari tepung adalah jenis karbohidrat yang bisa meningkatkan kadar trigliserida.
  • Batasi konsumsi minuman keras. Kandungan kalori yang tinggi pada minuman keras bisa berakibat pada peningkatan trigliserida. Pada sebagian orang, kadar trigliserida bisa meningkat meski hanya mengonsumsi sedikit minuman keras.
  • Berolahraga. Aktivitas olahraga rutin bisa membantu seseorang mengendalikan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jalankan olahraga setidaknya 3,5 jam per minggu.
  • Tidak merokok. Zat kimia dalam rokok bernama akrolein akan menghentikan kolesterol baik menyalurkan kolesterol dari dari tumpukan lemak dalam tubuh menuju hati.

Jika mengubah gaya hidup dan pola makan sehari-hari belum cukup untuk menurunkan kadar trigiliserida, maka dokter biasanya akan memberikan obat-obatan. Beberapa jenis obat yang bisa membantu menurunkan kadar trigliserida adalah:

  • Fibrat. Obat ini berfungsi menurunkan trigliserida dan meningkatkan kolesterol “baik”atau HDL. Selain itu, kadar kolesterol jahat juga bisa menurun.
  • Niasin atau asam nikotinat. Asam nikotinat bisa mengurangi produksi trigliserida dan kolesterol jahat. Akhirnya menyebabkan meningkatnya ‘kolesterol baik’ dan menurunkan trigliserida.
  • Statin. Obat ini akan menghambat enzim yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi kolesterol. Akibatnya, kadar ‘kolesterol jahat’ dan trigliserida akan menurun. Dokter biasanya akan meresepkan obat ini jika kadar kolesterol jahat, kolesterol baik, trigliserida seseorang diatas nilai normal.
  • Asam lemak omega-3 (minyak ikan). Suplemen minyak ikan dapat menurunkan kadar trigliserida dalam tubuh. Namun dibutuhkan dosis asam lemak omega-3 yang cukup banyak agar dapat menurunkan kadar trigliserida, sehingga pemberian suplemen ini hanya dianjurkan bagi seseorang dengan kadar trigliserida diatas 500 mg/dl.