APAKAH CHECK UP

Sebagai dokter spesialis Patologi Klinik yang memiliki sebuah laboratorium klinik, seringkali pasien bertanya: “Kalau check up berapa biayanya, Dok?” Saya selalu terhenyak dengan pertanyaan itu. Para pasien tidak salah, karena sudah terbiasa diberi menu “check up” dengan berbagai diskon oleh penyedia jasa laboratorium klinik. Sebenarnya apa arti check up? Apa tujuannya?

Check up dalam bahasa Indonesia diartikan pemeriksaan kesehatan. Check up tentunya ditujukan untuk memeriksa status kesehatan seseorang. Maka tentu saja check up tidak dapat disamaratakan tiap orang. Check up calon karyawan akan berbeda dengan check up pelajar, check up calon Jamaah Haji, check up anak-anak, check up dewasa muda, check up dewasa, atau check up lanjut usia, check up penyakit metabolik, atau check up calon pengantin.

Menu tiap check up tersebut berbeda, oleh karenanya tentu harganya akan berbeda pula. Check up Diabetes yang hanya memeriksa Gula Darah Puasa, Gula Darah 2 jam setelah makan, dan HbA1c, tentu akan berbeda harganya dengan check up penyakit metabolik yang memeriksa berbagai fungsi organ. Check up calon pengantin pria tentu berbeda dengan check up calon pengantin wanita. Bahkan check up pada orang yang memiliki keturunan penyakit jantung akan berbeda dengan check up orang yang memiliki keluarga dengan Hepatitis B.

Yang paling baik adalah, konsultasikan dengan dokter keluarga, pemeriksaan check up apa yang dibutuhkan. Dengan demikian ada pemeriksaan-pemeriksaan yang tidak perlu dilakukan. Atau bahkan ada pemeriksaan yang ditambahkan pada kasus-kasus tertentu.

Salam sehat.

TIPS BERPUASA BAGI PENDERITA KENCING MANIS (DIABETES MELLITUS)

Selama bulan Ramadhan, umat Muslim berpuasa (tidak makan, minum, merokok) selama 10 – 16 jam, dari sejak sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam, tergantung di belahan bumi mana. Di Indonesia umat Muslim berpuasa sekitar 14 jam, bahkan umat Muslim di Irlandia berpuasa selama 20 jam sehari. Dengan bervariasinya lama puasa tersebut, bagaimana para diabetisi (sebutan untuk penderita kencing manis / Diabetes Mellitus) menyikapi pemakaian obat anti diabet yang harus dikonsumsi agar tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan tubuh?

Menurut sebuah penelitian (EPIDIAR), risiko terjadinya hipoglikemia (penurunan kadar gula darah) berat ,yang membutuhkan perawatan di rumah sakit, meningkat sebesar 4,7 kali pada DM tipe 1 dan 7,5 kali lebih banyak pada DM tipe 2. Risiko hipoglikemi ini dikaitkan dengan penggunaan Insulin atau obat diabet lainnya, serta perubahan gaya hidup, aktivitas yang terlalu drastis. Tetapi risiko hiperglikemi (peningkatan kadar gula darah) berat juga meningkat sebesar 5 kali pada pasien DM tipe 2, dan meningkat 3 kali lipat pada pasien DM tipe 1. Hiperglikemi ini kemungkinan disebabkan karena pengurangan dosis akibat kuatir terjadi hipoglikemi, atau pasien yang mengkonsumsi lebih banyak makanan dan gula.

Oleh karena itu perlu dipertimbangkan :

  • Pola makan dan pengaturan makan. Tidak menjadi “lapar gula”, terutama saat berbuka dengan takjil.
  • Pastikan konsumsi air cukup setelah Iftar atau Sholat Terawih.
  • Sesuaikan waktu dan intensitas aktivitas fisik. Bila ingin berolahraga, sebaiknya dilakukan setelah berbuka.
  • Penting sekali kontrol gula darah. Hentikan puasa apabila gula darah mencapai 70 mg/dL atau lebih dari 250 gr/dL. Lakukan tes gula darah pada saat Sahur, pagi, tengah hari, sore, saat berbuka, 2 jam setelah berbuka, dan setiap waktu bila ada tanda-tanda hipoglikemi.
  • Gunakan obat diabet dosis biasa saat berbuka dan ½ dosis saat sahur, terutama penggunaan insulin.
  • Hindari tidak Sahur. Usahakan makan Sahur “diakhirkan”. Dan berbuka “disegerakan”.

Selamat menjalankan ibadah puasa dengan sehat.

Salam sehat,

dr. Juliani Dewi, SpPK


ALERGI KARENA KONTAK

Pernahkan Anda mengalami gatal di kulit setelah kontak dengan suatu benda? Misalnya setelah mengenakan kalung atau giwang atau gelang, atau arloji, atau bahkan sandal? Rasa gatal itu begitu dalam sehingga ingin sekali kita menggaruknya. Rasa gatal itu biasanya disertai penampakan berupa ruam kemerahan dan mungkin sedikit pembengkakan kulit. Bentuk keseluruhan dari bagian yang gatal itu seperti benda aslinya yang sebelumnya dikenakan. Kelainan ini disebut Dermatitis Kontak Alergika.

Reaksi alergi ini bervariasi munculnya. Ada yang cepat, begitu kontak, langsung terasa gatal, tetapi dapat muncul dengan lambat, hingga beberapa hari baru muncul gejala alerginya.

Bagaimana menanganinya? Kompres dingin bagian yang gatal, lalu berikan salep anti alergi atau salep kortikosteroid. Bila agak parah, dapat disertai minum obat anti alergi (anti histamin). Bila dalam 3 hari belum teratasi, konsultasikan ke dokter kulit. Yang terpenting adalah tidak lagi mengenakan barang yang diketahui sebelumnya melekat di bagian itu.

Apakah ada pemeriksaan laboratorium yang bisa mendeteksi alergi ? Ya, ada pemeriksaan IgE total untuk melihat adanya alergi dan jumlah eosinofil di pemeriksaan Darah Lengkap. Untuk dermatitis kontak alergika, kita tidak kesulitan mencari bahan penyebab alergi. Berbeda dengan makanan dan bahan yang dihirup, karena sulit ditengarai, maka ada pemeriksaan IgE atopi. Dan karena kita hidup di Indonesia, maka disediakan pemeriksaan IgE atopi 54 alergen di Indonesia.

Salam sehat,

dr. Juliani Dewi, SpPK

KRAM OTOT

Kemarin, sebuah perkumpulan lansia meminta “lagi” kepada saya untuk sharing materi linu-linu. Ternyata yang sering dialami para lansia adalah kram kaki, terutama betis dan jari-jari atau telapak kaki. Gangguan ini tidak berbahaya, tetapi sangat menjengkelkan, karena datangnya seringkali saat hendak tidur malam atau bangun pagi. Sesudahnya otot dirasa “njarem” dan tidak nyaman.

Sebenarnya apa sih kram otot itu? Istilah di Jawa Timur adalah “likaten”. Otot kejang dan tertarik. Rasanya sakit sekali. Penyebab tersering adalah karena kelelahan (latihan berlebihan), olah raga di udara yang panas, efek samping beberapa obat, dan kehamilan. Kram otot terjadi karena dehidrasi, kekurangan garam (Sodium dan Potasium), kekurangan karbohidrat, tegang otot, kekurangan beberapa vitamin, dan sirkulasi darah yang buruk.

Untuk mengatasi kram otot yang sering terjadi, saya menganjurkan 3 manuver sebelum tidur dan 2 manuver setelah bangun untuk para lansia tersebut. Selain itu juga rajin mengkonsumsi sumber mineral dan vitamin yang banyak terdapat di sayur-sayuran hijau dan  buah-buahan, terutama pisang dan air kelapa muda.

Manuver sebelum tidur : (Masing-masing gerakan dilakukan bergantian kanan dan kiri menggunakan hitungan 3 x 8)

  1. Duduk dengan kaki lurus di kasur. Gunakan selendang yang digunakan untuk menarik tungkai ke atas dan ke bawah. Selendang dipegang dengan kedua tangan dan dilewatkan pada telapak kaki.
  2. Sambil tetap duduk, telapak kaki diayunkan ke depan dan ke belakang.
  3. Memijat sendiri betis.

Manuver setelah bangun pagi :

  1. Masih berbaring, angkat tungkai lurus dan ditahan dengan menahan betis menggunakan kedua tangan, bergantian tungkai kiri dan kanan dengan hitungan 3 x 8.
  2. Bangkit pelan-pelan, dan dorong tembok dengan satu tungkai lurus ke belakang dan satu tungkai menekuk ke depan. Bergantian kiri dan kanan dengan hitungan 3 x 8.

Cara mengatasi bila telanjur terjadi kram otot: segera duduk dan tarik bagian yang mengalami kram otot sehingga teregang  maksimal. Lalu lakukan kompres hangat selama 15 menit diikuti kompres dingin selama 15 menit pula.

Nah, selamat mencoba, dan semoga dapat membantu mencegah mengatasi kram otot yang sering terjadi.

Salam sehat,

dr. Juliani Dewi, SpPK

 

PEMAKAIAN MASKER YANG BENAR

Sebagai praktisi kesehatan, saya prihatin dengan viralnya video tentang pemakaian masker yang dibolak balik. Akhir-akhir ini beredar beberapa versi video di medsos tentang cara pemakaian masker. Si narasumber terlihat meyakinkan, sehingga banyak sekali orang mempercayainya, termasuk tenaga medis. Mereka memperlihatkan perbedaan penggunaan masker pada orang sakit dan orang sehat dengan membolak balik masker tersebut. Apakah ini benar? Jangan-jangan hanya informasi sesat yang diviralkan.

Mari kita lihat sumber resmi yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan Indonesia yang tertuang dalam Permenkes no. 27 tahun 2017:

Masker digunakan untuk melindungi wajah dan lapisan dalam mulut dari cipratan darah dan cairan tubuh pasien atau permukaan lingkungan udara yang kotor. Masker melindungi pasien atau permukaan lingkungan udara dari petugas pada saat batuk atau bersin. Masker yang di gunakan harus menutupi hidung dan mulut serta melakukan Fit Test (penekanan di bagian hidung). Terdapat tiga jenis masker, yaitu:

1. Masker bedah, untuk tindakan bedah atau mencegah penularan melalui percikan air ludah.

2. Masker respiratorik, untuk mencegah penularan melalui udara.

3. Masker rumah tangga, digunakan di bagian gizi atau dapur.

Cara memakai masker:

  1. Memegang pada bagian tali (kaitkan pada telinga jika menggunakan kaitan tali karet atau simpulkan tali di belakang kepala jika menggunakan tali lepas).
  2. Tekan klip tipis fleksibel (jika ada) sesuai lekuk tulang hidung dengan kedua ujung jari tengah atau telunjuk.
  3. Membetulkan agar masker melekat erat pada wajah dan di bawah dagu dengan baik.
  4. Periksa ulang untuk memastikan bahwa masker telah melekat dengan benar.Tidak disebutkan perbedaan cara pemakaian pada orang sakit dan orang sehat. Tetapi mari kita lihat dan pikirkan :

1. Pabrik produsen masker telah mendisain bahan masker sehingga yang lembut (bagian yang berwarna putih) yang menempel pada kulit wajah. Bagian yang berwarna, lebih kasar dan memang diperuntukkan untuk digunakan sebelah luar. Apabila penggunaanya dibalik (yang berwarna putih di sebelah luar), maka bagian yang kasar akan menempel di kulit wajah. Bila penggunaan masker berlangsung 3 – 4 jam, ada kemungkinan terjadi iritasi pada kulit wajah.

2. Adanya klip tipis fleksibel dimaksudkan digunakan untuk dijepitkan sesuai lekuk hidung. Tujuannya agar masker melekat erat pada wajah dan tidak mudah dimasuki partikel debu atau bakteri berukuran besar. Maka bagian yang ada klipnya tentu harus di sebelah atas (hidung). Sedang bagian masker bagian bawah harus bisa menutupi dagu.

3. Terdapat lipatan masker yang sudah didisain, sehingga bila digunakan secara benar (bagian berwarna di sebelah luar), maka lipatan akan menghadap ke bawah. Berbeda bila dibalik, maka lipatan itu akan menghadap ke atas, dan malah menampung debu.

Nah, ….. sekarang kita jadi tahu bagaimana menggunakan masker secara benar, dan tidak termakan hoax yang menyesatkan.

 

Salam sehat…..

dr. Juliani Dewi, SpPK

 

 

YANG PERLU KITA KETAHUI SOAL PEMERIKSAAN LDL DIREK

Pemeriksaan check up kolesterol yang umum dilakukan meliputi pemeriksaan kadar Kolesterol Total, kadar kolesterol LDL, kadar Kolesterol HDL, dan kadar Trigliserida. Memang lebih lengkap lagi bila dilengkapi dengan kadar Apo B, Apo A1, Lp(a) sebagai profil lipid lengkap seseorang. Tetapi 4 jenis pemeriksaan terdahulu lebih umum digunakan dan perlu dilakukan secara rutin pada orang yang berusia di atas 30 tahun.

Kali ini kita menyoroti soal kadar Kolesterol LDL. Kolesterol LDL merupakan lemak “jahat”. Kolesterol ini bila teroksidasi, akan menjadi bahan terbentuknya plak yang bila menumpuk terus akan menyebabkan pembuntuan pada pembuluh darah. Di laboratorium, metode pemeriksaan LDL yang sering digunakan ada 2 metode. Metode yang baik adalah dengan mengukur secara langsung kadar LDL di dalam darah seseorang. Karena pengukurannya dapat dikatakan langsung mengukur kadarnya dalam darah, maka metodenya dikatakan atau disebutkan sebagai “Kolesterol LDL Direk”. Berbeda halnya dengan laboratorium yang mencantumkannya sebagai “Kolesterol LDL” saja. Pada umumnya metode yang digunakan adalah menggunakan Rumus Friedewald yaitu penghitungan dengan kalkulator atau kini sudah dapat diterapkan pada  rumus yang tersedia di internet. Kolesterol LDL dihitung sebagai Kolesterol Total – HDL – Trigliserida / 5. Rumus ini tidak akurat untuk pasien dengan kadar Trigliserida dan / atau kadar Kolesterol Total sangat tinggi (Cordova, 2004). Maka berhati-hatilah dalam melakukan check up Kolesterol LDL.

Cara mengetahui apakah kadar Kolesterol LDL diukur secara langsung (Kolesterol LDL Direk) adalah :

1. Pada lembar pemeriksaan tertulis LDL Direk.

2. Pasien tidak perlu puasa.

3. LDL Direk bisa diukur tunggal (tanpa harus melakukan pemeriksaan Kolesterol Total, HDL, dan Trigliserida).

Memang, karena hanya menggunakan kalkulator, maka harga pemeriksaan LDL (dengan rumus Friedewald) tidak dihitung, sehingga secara total, tagihan pemeriksaan check up lemak menjadi lebih murah dibandingkan dengan bila pemeriksaan menggunakan LDL Direk.

Kualitas lebih berharga daripada murahnya suatu pemeriksaan.

Salam sehat….

 

 

SAYURAN

Susahnya menyuruh anak-anak makan sayur sudah diakui oleh ibu-ibu.

Sayuran sebenarnya rendah kalori, tetapi kaya akan vitamin, mineral, dan kandungan nutrisi penting lainnya. Para pelaku diet yang mengkonsumsi rendah karbohidrat tetapi tinggi serat, konsumsi sayur sangat ideal untuk kondisi yang diharapkan. Diet rendah karbohidrat atau tidak, mengkonsumsi banyak sayuran adalah hal yang sangat baik.

Di bawah ini adalah 7 jenis sayuran yang perlu dimasukkan dalam menu harian sehat :

Low Carb Veggies

  1. Paprika. Merupakan anti peradangan dan tinggi kandungan vitamin A dan vitamin C.
  2. Brokoli. Tinggi kandungan vitamin C dan vitamin K. Dapat mencegah diabetes dan mencegah kanker.
  3. Asparagus. Mengandung asam folat tinggi yang baik untuk ibu hamil. Mencegah beberapa jenis kanker.
  4. Jamur. Melindungi pembuluh darah pada orang-orang dengan sindroma metabolik.
  5. Bayam. Mengandung vitamin K. Menjaga kesehatan jantung dan mata, bahkan membantu menurunkan tekanan darah. Sebagian orang takut makan bayam karena tekanan darah tinggi. Seperti di artikel tentang zat besi, tentu saja bayam yang kaya akan zat besi akan meningkatkan kadar zat besi dalam darah, tetapi tidak meningkatkan tekanan darah.
  6. Bunga kol. Mengandung vitamin K dan vitamin C. Membantu mencegah penyakit jantung dan mencegah kanker.
  7. Buncis. Mengandung antioksidan yang dapat mencegah kanker dan melindungi otak.
  8. Wortel. mengandung antioksidan dan beta karoten untuk kesehatan mata, prostat, dan mencegah kanker.
  9. Bawang putih. dapat membantu mengontrol kadar gula darah, menurunkan tekanan darah, mencegah kanker, mengurangi peradangan, menjaga kesehatan jantung.
  10. Tomat. Tinggi akan vitamin A dan vitamin C, mengandung anti oksidan tinggi, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung, mata dan menjaga kesehatan prostat. Dapat mencegah kanker.

Jadi tunggu apa lagi, untuk sehat, meskipun gak doyan, ya kita santap saja sayuran-sayuran ini. Dengan cara penyajian yang berbeda akan meningkatkan cita rasa makanan. So…. be a veggie….. (not absolute), who scared?

Salam sehat….

 

ZAT BESI

Seringkali kita mendengar zat besi dalam tubuh. Sebenarnya apa kegunaannya dan bagaimana mengukurnya?

Zat besi (iron) adalah salah satu jenis mineral yang penting bagi tubuh. Zat besi dalam tubuh manusia terbanyak ditemukan dalam Hemoglobin sel darah merah dan dalam myoglobin sel-sel otot. Zat besi diperlukan untuk membawa Oksigen dan Karbondiosida. Oleh karena itu zat besi sangat berguna dalam pembentukan sel darah merah. Dalam makanan kita, zat besi banyak ditemukan pada daging, ikan, tiram, tofu, kacang-kacangan, bayam,  cereal, dan banyak makanan lain.

Anemia defisiensi besi (anemia kekurangan besi) adalah salah satu jenis kelainan di mana Hemoglobin darah menurun  karena kekurangan zat besi sebagai salah satu bahan pembentuknya. Kekurangan zat besi ini dapat disebabkan karena keluarnya darah dari tubuh, asupan zat besinya kurang, atau penyerapannya terganggu. Pada hasil pemeriksaan darah lengkap, pada umumnya anemia defisiensi besi ditandai dengan menurunnya kadar Hemoglobin (kurang dari 10 mg/dL) disertai MCV (Mean Corpuscular Volume) dan MCH (mean Corpuscular Haemoglobin) rendah. Untuk mengetahui kadar zat besi dalam darah, perlu diperiksa SI (Serum Iron, kadar zat besi dalam darah) dan TIBC (Total Iron Binding Capacity, kapasitas pengikatan zat besi). Pada anemia defisiensi besi, kadar SI akan turun dan kadar TIBC akan meningkat.

Tanda-tanda awal anemia defisiensi besi adalah :

  • Lemah
  • Mudah bingung
  • Sakit kepala

Bila kondisi memburuk, gejala berkembang menjadi :

  • Sulit berkonsentrasi
  • Emosional
  • Luka pada mulut atau lidah
  • Kuku rusak.

Selain dari makanan, pemberian suplemen zat besi diperlukan bagi penderita anemia defisiensi besi. Sebagai catatan penting pula, pada saat mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, sebaiknya tidak disertai minum teh, karena zat tanine di dalam teh menghambat penyerapan zat besi dalam makanan. Penyerapan zat besi akan meningkat bila konsumsi makanan yang mengandung zat besi disertai mengkonsumsi vitamin C.

 

Salam sehat…

SIRKULASI DARAH

Bicara soal sirkulasi darah, kita akan membayangkan soal sirkulasi air. Bila jantung berfungsi sebagai “pompa”nya, maka pembuluh darah adalah “pipa”, dan  darah adalah “cairan” yang mengalir di dalam pipa. Untuk mencapai seluruh jaringan tubuh, bahkan yang paling ujung, darah memerlukan jantung sebagai pompa. Darah akan dipompakan dengan tekanan tertentu  hingga darah yang kaya akan Oksigen dan zat-zat nutrisi bisa sampai ke seluruh jaringan tubuh. Tekanan yang dihasilkan pompa inilah yang disebut dengan tekanan darah (tensi darah). Dengan demikian, adalah kekeliruan apabila seseorang mengalami penurunan tekanan darah (hipotensi), obat yang diminum adalah zat tambah darah (zat besi). Zat besi adalah komponen utama pembentuk darah. Meminum suplemen zat besi tidak akan meningkatkan tekanan darah. Sekali lagi, tekanan darah dihasilkan oleh pompa untuk mengalirkan darah ke seluruh jaringan tubuh.

Jadi bagaimana untuk meningkatkan tekanan darah? Beberapa hal bisa dilakukan untuk menstabilkan tekanan darah, seperti olah raga secara teratur dan terukur, cukup istirahat (tidur), minum kopi (kafein). Sedangkan zat besi dikonsumsi untuk meningkatkan Hemoglobin pada orang-orang yang mengalami anemia defisiensi besi.

Pada kesempatan berikutnya, kita akan bicarakan soal Anemia defisiensi besi.

Salam sehat.

PENGAMBILAN SAMPEL DARAH YANG BENAR

Pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium sebagian besar dilakukan pada pembuluh darah balik (vena) dan pembuluh darah kapiler. Hanya sebagian kecil pengambilan sampel darah pada pembuluh darah arteri. Hal ini disebabkan karena pengambilan pada pembuluh darah arteri lebih berisiko, baik risiko perdarahan, maupun risiko terjadinya kerusakan jaringan pada daerah yang dialirinya bila proses pengambilan menimbulkan cedera.

Pengambilan darah kapiler pada umumnya dilakukan di ujung jari pada orang dewasa dan di sisi luar tumit pada bayi. Sampel darah yang didapat adalah sampel darah utuh. Pada orang dewasa umumnya untuk pemeriksaan penyaring gula darah. Hasil pemeriksaan gula darah ini memiliki nilai rujukan normal yang berbeda dengan nilai normal sampel darah yang diambil dari vena. Pada umumnya kadar gula darah dari sampel kapiler lebih tinggi ± 10 mg/dL dibanding sampel darah vena.

Pengambilan darah vena (flebotomi) merupakan pengambilan darah yang paling banyak dilakukan untuk pemeriksaan laboratorium. Masih banyak praktek yang kurang benar dalam pengambilan darah ini. Masih banyak yang menggunakan spuit (jarum suntik) untuk pengambilan darah. Tidak terjaminnya keamanan kerja dan banyaknya kesalahan hasil pemeriksaan menyebabkan metode ini sudah tidak dianjurkan lagi. Metode yang baik dan baku  adalah pengambilan darah menggunakan jarum dan tabung khusus yang disebut vacutainer. Vacutainer adalah tabung vakum khusus yang secara teknologi canggih dibuat untuk pengambilan darah sehingga volume darah yang diambil tepat sesuai yang dibutuhkan dan sesuai dengan perbandingan bahan anti koagulan di dalamnya. Jarum yang digunakan pun khusus dan dipegang dengan menggunakan “holder” sehingga memudahkan petugas pengambil darah. Jarum lain yang digunakan pada bayi atau lansia adalah jarum kupu-kupu dengan selang khusus. Petugas yang mengambil darah harus memperhatikan keselamatan kerja dan keselamatan pasien dengan meminta persetujuan pada pasien yang akan diambil darahnya, membersihkan tangannya terlebih dahulu, menggunakan sarung tangan yang diganti tiap pasien, menunjukkan kebenaran identitas pasien yang ditempel pada tabung darah kepada pasien.

Setelah proses pengambilan darah selesai, bekas tusukan jarum harus ditekan dengan kasa steril selama ± 1/2 – 1 menit, kemudian diplester dengan plester kecil khusus. Pasien tidak diperbolehkan mengangkat beban > 5 kg pada lengan yang bersangkutan selama ± 6 jam. Bila terjadi bekas tusukan bengkak atau membiru, dapat dikompres dengan es, dan tidak boleh menggunakan air panas atau Thrombopob. Warna biru akan menghilang dalam 5 – 7 hari.

So, Gaes, mintalah petugas pengambil darah melakukan pengambilan darah yang baik dan baku agar keselamatan pasien dan keakuratan hasil pemeriksaan lebih terjamin.