COVID19

Tahun 2020 ini menjadi tahun yang istimewa, karena adanya pandemi COVID19. Pandemi adalah suatu wabah penyakit yang menyerang seluruh dunia. Negara kita terserang infeksi virus ini mulai Bulan Maret 2020. Mengapa disebut COVID19, karena penyakit ini disebabkan oleh virus Corona (Corona Virus) dan ditemukan di akhir tahun 2019. Awal mulai pandemi ini bermula di Wuhan, suatu daerah di Negara China, yang kemudian menyebar meluas ke seluruh dunia dengan sangat cepat.

Sebenarnya virus Corona bukanlah virus baru (ada Virus Corona MERS, Flu Burung, Flu Babi, Flu Onta, SARS). Tetapi jenis yang ini (SARS CoV-2, COVID19), adalah virus Corona baru yang sifatnya sangat mudah menyebar dan menyerang paru pasien dengan kerusakan yang hebat dan cepat. Karena virus Corona jenis yang ini termasuk jenis baru yang sulit, maka banyak sekali pendapat ahli yang terkesan berubah-ubah, bahkan bertentangan. Hal ini dapat dimaklumi, mengingat virus ini virus baru yang sifatnya juga berubah-ubah.

COVID19 disebabkan oleh virus berjenis virus RNA, yang membutuhkan “inang” untuk hidup dan berkembang biak. Sesuai sifat virus RNA yang mudah sekali bermutasi, tampaknya akan sulit menemukan vaksin maupun obatnya. Ketika vaksin dan obat ditemukan, sifat virus sudah berubah sesuai kecepatannya bermutasi, sehingga vaksin maupun obat yang ditemukan tersebut kurang efektif.

Lalu, apa yang harus kita lakukan? Penting sekali bagi kita: 1. Selalu waspada dan sangat berhati-hati, walaupun tidak menjadikan cemas berlebihan. 2. Tidak mudah mempercayai berita atau hal-hal terkait COVID19 dari sumber yang tidak jelas kebenarannya. Tanyakan hal-hal terkait COVID19 kepada dokter keluarga Anda. 3. Tingkatkan imunitas / daya tahan tubuh dengan makan makanan yang bergizi, banyak makan sayur dan buah, banyak minum air dan rajin berolah raga, serta istirahat yang cukup. Bila perlu konsumsi vitamin C dan imunomodulator. Penyakit virus sebagian besar dapat sembuh sendiri dengan imunitas / daya tahan tubuh yang baik yang bisa memerangi dan menghalau penyakit ini. 4. Sebisa mungkin tidak keluar rumah (stay at home). Optimalkan waktu di rumah dengan bekerja, bersantai, berkebun, merawat rumah, dan menikmati hobby / kesenangan lain seperti memasak, menjahit, pertukangan atau hal-hal lain yang bahan-bahannya bisa didapat dengan berbelanja di toko online. 5. Apabila harus keluar rumah, selalu gunakan masker 3 lapis (dapat kain 2 lapis ditambah 1 lembar tissue). Penularan virus ini terjadi melalui droplet (percikan air liur, bersin, atau cairan tubuh lain penderita). 6. Di luar rumah, selalu ingat untuk jaga jarak dengan orang lain 1 – 2 m, hindari kerumunan. 7. Sering-sering mencuci tangan dengan sabun cair dan air mengalir. Bila keluar rumah, selalu membawa hand sanitizer untuk digunakan setelah menyentuh barang umum. 8. Setelah bepergian, langsung mandi dan keramas, serta merendam baju yang digunakan dengan deterjen.

Imunomodulator tidak berbahaya untuk digunakan, walaupun pemakaiannya dianjurkan tidak lebih dari 2 bulan. Karena sifatnya mengatur imunitas, maka tidak akan terjadi kelebihan imunitas. Pemakaian vitamin C juga aman, bila berlebih akan dibuang melalui urine. Bila ada masalah lambung, pilihlah vitamin C generasi ke-4 yang aman bagi lambung dan memiliki penyerapan yang lebih baik.

Terakhir, selalu bersikap positif dan bergembira. Hubungi sanak saudara, teman dan handai taulan untuk bercengkerama, bersilaturahmi, dengan video call atau melalui aplikasi seperti zoom, google meet, DM IG, line, atau aplikasi lain.

Stay safe, stay healthy…… Salam sehat…..

PEMERIKSAAN RECTAL SWAB (USAP DUBUR)

Pemeriksaan rectal swab (usap dubur) adalah pemeriksaan yang pada umumnya disyaratkan untuk bekerja di pabrik makanan atau minuman, F&B (Food & Beverage), restoran, kafe atau tempat-tempat di mana pekerja / staf / karyawan kontak dengan makanan atau minuman.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi “pembawa” (carrier) kuman-kuman yang menyebabkan gangguan pencernaan. Mikroorganisma / bakteri / kuman-kuman ini antara lain spesies Salmonella penyebab penyakit Typhoid, Shigella, E coli patogen penyebab diare atau gastro enteritis. Seseorang dapat menjadi “pembawa” bakteri ini walaupun dia sendiri tidak menderita sakit, tetapi dapat menyebarkan bakteri ini ke orang lain dan menyebabkan sakit. Cara transmisi bakteri ini adalah dari dubur (proses cebok) kemudian tanpa jaminan higienitas, terselip di bawah kuku, dan disebarkan ke makanan atau minuman yang diproduksi atau disajikan.

Prosedur pemeriksaan rectal swab sangat sederhana, yaitu petugas akan mencolokkan ujung lidi kapas ke dalam dubur dan kemudian memindahkan lidi kapas tersebut ke dalam tabung yang berisi media transpor. Proses selanjutnya adalah membiakkannya untuk melihat adanya kuman penyebab sakit gangguan pencernaan (gastro enteritis).

Tidak ditemukannya bakteri penyebab gastroenteritis menjadi salah satu syarat diterima tidaknya seseorang bekerja di perusahaan produsen atau layanan makanan dan minuman tersebut. Apabila hasil pemeriksaan rectal swab tersebut positif ditemukan bakteri penyebab gastroenteritis, maka yang bersangkutan harus menjalani pengobatan hingga bakteri tersebut terbukti tidak terdeteksi.

Hasil pemeriksaan akan dapat diterima dalam waktu 2 – 4 hari sejak rectal swab dilakukan.

WASPADA KANKER MULUT RAHIM

Mulut rahim, leher rahim adalah bagian internal alat reproduksi wanita. Data terbaru di Indonesia, di tahun 2018 terdapat penderita baru kanker mulut rahim 1,79 per 1000 penduduk. Salah satu penyebab terjadinya kanker mulut rahim adalah infeksi HPV (Human Papilloma Virus) tipe risiko tinggi. Di Indonesia, infeksi HPV terjadi lebih dari 2 juta kasus per tahun

HPV (Human Papilloma Virus) adalah virus yang paling sering ditularkan melalui hubungan seksual. Ada beberapa tipe HPV yang dapat menyebabkan masalah kesehatan termasuk kutil genital dan kanker. Tidak semua orang yang terinfeksi HPV menimbulkan gejala, walaupun dia tetap dapat menularkannya kepada orang lain melalui kontak seksual. Tetapi jangan kuatir, karena kini ada vaksin yang dapat mencegah masalah kesehatan tersebut terjadi. Untuk mencegah terjadinya tertular HPV, yang harus dilakukan : 1. Vaksinasi. Vaksinasi HPV aman dan efektif. Vaksin ini dapat melindungi dari penyakit yang disebabkan oleh HPV, termasuk kanker. Vaksin HPV direkomendasikan mulai usia 11 atau 12 tahun dan untuk setiap orang di atas 26 tahun yang belum pernah menerima vaksinasi HPV. Sebagian besar orang dewasa yang aktif secara seksual pernah terpapar HPV, walaupun tidak semua jenis HPV berisiko tinggi menyebabkan masalah kesehatan. Vaksinasi HPV pun tidak melindungi terhadap infeksi semua jenis HPV. 2. Melakukan pap smear rutin untuk setiap wanita berusia 21 – 65 tahun yang aktif secara seksual. 3. Melakukan pemeriksaan skrining infeksi HPV jenis risiko tinggi. Pemeriksaan HPV DNA ini direkomendasikan pada wanita di atas 30 tahun. Pada sebagian besar kasus, HPV dapat hilang dengan sendirinya dan tidak menyebabkan masalah kesehatan. Orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh cukup tinggi dan menjaga kebersihan dapat mengusir HPV dari tubuhnya. Infeksi HPV tipe risiko tinggi menetaplah yang dapat menimbulkan masalah kesehatan, seperti kutil atau kanker. Untuk menjadi kanker, memerlukan waktu bertahun-tahun, bahkan lebih dari 10 tahun setelah seseorang terinfeksi HPV. Jenis HPV yang menyebabkan kutil tidak sama dengan jenis HPV yang menyebabkan kanker.  

Selain melalui hubungan seksual, penyebaran HPV dapat terjadi dari ibu ke bayi pada saat kehamilan, persalinan, atau menyusui.

Mulailah dengan pemeriksaan HPV DNA untuk mendeteksi adanya infeksi HPV risiko tinggi untuk mencegah terjadinya kanker mulut rahim.

Salam sehat

MENINGKATKAN KEWASPADAAN dalam PENCEGAHAN KANKER SERVIKS

Sabtu lalu saya diundang kelompok Ibu PKK sebuah kelurahan di sebuah Kotatif. Tema kali itu adalah memberikan pengetahuan kepada Ibu-Ibu bagaimana meningkatkan kewaspadaan dalam pencegahan kanker serviks. Menurut Ibu Lurah, kesadaran masyarakat untuk melakukan pap smear dan peduli check up untuk kesehatan diri masih rendah, meskipun ada program tanpa bayar.

Dalam acara itu saya membeberkan tentang banyak cara mencegah kanker serviks daripada mengobati. Secara umum, cara pencegahan termasuk :

  1. Kurangi konsumsi lemak.
  2. Banyak mengkonsumsi serat & β karoten.
  3. Kurangi rokok, makanan diawetkan, diasin, diasap.
  4. Hindari melahirkan > 5 kali
  5. Hindari berhubungan seksual pertama sebelum usia 18 tahun.
  6. Hindari menikah di usia muda (< 22 tahun).
  7. Hindari berganti-ganti pasangan seksual.
  8. Deteksi dini untuk riwayat keluarga
  9. Perhatikan adanya perubahan mendadak (keputihan berbau, perdarahan setelah hubungan seksual, menstruasi banyak dan lama, nyeri setelah hubungan seksual).
  10. Vaksinasi HPV (vaksin terhadap Human Papilloma Virus).
  11. Melakukan Pap smear secara berkala setelah hubungan seksual pertama.
  12. Melakukan pemeriksaan HPV DNA bila diperlukan / setelah berusia 30 tahun.

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah jenis kanker nomer 2 terbanyak pada wanita setelah kanker payudara. Kanker serviks adalah kanker yang mudah disembuhkan asal diketahui pada stadium dini. Perubahan dari sel-sel normal menjadi sel-sel kanker membutuhkan waktu 10 – 20 tahun. Oleh karena itu kanker serviks sangat mudah dicegah dengan deteksi awal.

Pap smear terbukti dapat menurunkan angka kematian sebanyak 70 % akibat kanker serviks. Dengan dilakukan deteksi adanya infeksi Human Papilloma Virus (pemeriksaan HPV DNA) dan vaksinasi anti HPV, maka angka kejadian kanker serviks dan angka kematian wanita akibat kanker serviks akan semakin menurun.

Salam sehat.

APAKAH CHECK UP

Sebagai dokter spesialis Patologi Klinik yang memiliki sebuah laboratorium klinik, seringkali pasien bertanya: “Kalau check up berapa biayanya, Dok?” Saya selalu terhenyak dengan pertanyaan itu. Para pasien tidak salah, karena sudah terbiasa diberi menu “check up” dengan berbagai diskon oleh penyedia jasa laboratorium klinik. Sebenarnya apa arti check up? Apa tujuannya?

Check up dalam bahasa Indonesia diartikan pemeriksaan kesehatan. Check up tentunya ditujukan untuk memeriksa status kesehatan seseorang. Maka tentu saja check up tidak dapat disamaratakan tiap orang. Check up calon karyawan akan berbeda dengan check up pelajar, check up calon Jamaah Haji, check up anak-anak, check up dewasa muda, check up dewasa, atau check up lanjut usia, check up penyakit metabolik, atau check up calon pengantin.

Menu tiap check up tersebut berbeda, oleh karenanya tentu harganya akan berbeda pula. Check up Diabetes yang hanya memeriksa Gula Darah Puasa, Gula Darah 2 jam setelah makan, dan HbA1c, tentu akan berbeda harganya dengan check up penyakit metabolik yang memeriksa berbagai fungsi organ. Check up calon pengantin pria tentu berbeda dengan check up calon pengantin wanita. Bahkan check up pada orang yang memiliki keturunan penyakit jantung akan berbeda dengan check up orang yang memiliki keluarga dengan Hepatitis B.

Yang paling baik adalah, konsultasikan dengan dokter keluarga, pemeriksaan check up apa yang dibutuhkan. Dengan demikian ada pemeriksaan-pemeriksaan yang tidak perlu dilakukan. Atau bahkan ada pemeriksaan yang ditambahkan pada kasus-kasus tertentu.

Salam sehat.

TIPS BERPUASA BAGI PENDERITA KENCING MANIS (DIABETES MELLITUS)

Selama bulan Ramadhan, umat Muslim berpuasa (tidak makan, minum, merokok) selama 10 – 16 jam, dari sejak sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam, tergantung di belahan bumi mana. Di Indonesia umat Muslim berpuasa sekitar 14 jam, bahkan umat Muslim di Irlandia berpuasa selama 20 jam sehari. Dengan bervariasinya lama puasa tersebut, bagaimana para diabetisi (sebutan untuk penderita kencing manis / Diabetes Mellitus) menyikapi pemakaian obat anti diabet yang harus dikonsumsi agar tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan tubuh?

Menurut sebuah penelitian (EPIDIAR), risiko terjadinya hipoglikemia (penurunan kadar gula darah) berat ,yang membutuhkan perawatan di rumah sakit, meningkat sebesar 4,7 kali pada DM tipe 1 dan 7,5 kali lebih banyak pada DM tipe 2. Risiko hipoglikemi ini dikaitkan dengan penggunaan Insulin atau obat diabet lainnya, serta perubahan gaya hidup, aktivitas yang terlalu drastis. Tetapi risiko hiperglikemi (peningkatan kadar gula darah) berat juga meningkat sebesar 5 kali pada pasien DM tipe 2, dan meningkat 3 kali lipat pada pasien DM tipe 1. Hiperglikemi ini kemungkinan disebabkan karena pengurangan dosis akibat kuatir terjadi hipoglikemi, atau pasien yang mengkonsumsi lebih banyak makanan dan gula.

Oleh karena itu perlu dipertimbangkan :

  • Pola makan dan pengaturan makan. Tidak menjadi “lapar gula”, terutama saat berbuka dengan takjil.
  • Pastikan konsumsi air cukup setelah Iftar atau Sholat Terawih.
  • Sesuaikan waktu dan intensitas aktivitas fisik. Bila ingin berolahraga, sebaiknya dilakukan setelah berbuka.
  • Penting sekali kontrol gula darah. Hentikan puasa apabila gula darah mencapai 70 mg/dL atau lebih dari 250 gr/dL. Lakukan tes gula darah pada saat Sahur, pagi, tengah hari, sore, saat berbuka, 2 jam setelah berbuka, dan setiap waktu bila ada tanda-tanda hipoglikemi.
  • Gunakan obat diabet dosis biasa saat berbuka dan ½ dosis saat sahur, terutama penggunaan insulin.
  • Hindari tidak Sahur. Usahakan makan Sahur “diakhirkan”. Dan berbuka “disegerakan”.

Selamat menjalankan ibadah puasa dengan sehat.

Salam sehat,

dr. Juliani Dewi, SpPK


ALERGI KARENA KONTAK

Pernahkan Anda mengalami gatal di kulit setelah kontak dengan suatu benda? Misalnya setelah mengenakan kalung atau giwang atau gelang, atau arloji, atau bahkan sandal? Rasa gatal itu begitu dalam sehingga ingin sekali kita menggaruknya. Rasa gatal itu biasanya disertai penampakan berupa ruam kemerahan dan mungkin sedikit pembengkakan kulit. Bentuk keseluruhan dari bagian yang gatal itu seperti benda aslinya yang sebelumnya dikenakan. Kelainan ini disebut Dermatitis Kontak Alergika.

Reaksi alergi ini bervariasi munculnya. Ada yang cepat, begitu kontak, langsung terasa gatal, tetapi dapat muncul dengan lambat, hingga beberapa hari baru muncul gejala alerginya.

Bagaimana menanganinya? Kompres dingin bagian yang gatal, lalu berikan salep anti alergi atau salep kortikosteroid. Bila agak parah, dapat disertai minum obat anti alergi (anti histamin). Bila dalam 3 hari belum teratasi, konsultasikan ke dokter kulit. Yang terpenting adalah tidak lagi mengenakan barang yang diketahui sebelumnya melekat di bagian itu.

Apakah ada pemeriksaan laboratorium yang bisa mendeteksi alergi ? Ya, ada pemeriksaan IgE total untuk melihat adanya alergi dan jumlah eosinofil di pemeriksaan Darah Lengkap. Untuk dermatitis kontak alergika, kita tidak kesulitan mencari bahan penyebab alergi. Berbeda dengan makanan dan bahan yang dihirup, karena sulit ditengarai, maka ada pemeriksaan IgE atopi. Dan karena kita hidup di Indonesia, maka disediakan pemeriksaan IgE atopi 54 alergen di Indonesia.

Salam sehat,

dr. Juliani Dewi, SpPK

KRAM OTOT

Kemarin, sebuah perkumpulan lansia meminta “lagi” kepada saya untuk sharing materi linu-linu. Ternyata yang sering dialami para lansia adalah kram kaki, terutama betis dan jari-jari atau telapak kaki. Gangguan ini tidak berbahaya, tetapi sangat menjengkelkan, karena datangnya seringkali saat hendak tidur malam atau bangun pagi. Sesudahnya otot dirasa “njarem” dan tidak nyaman.

Sebenarnya apa sih kram otot itu? Istilah di Jawa Timur adalah “likaten”. Otot kejang dan tertarik. Rasanya sakit sekali. Penyebab tersering adalah karena kelelahan (latihan berlebihan), olah raga di udara yang panas, efek samping beberapa obat, dan kehamilan. Kram otot terjadi karena dehidrasi, kekurangan garam (Sodium dan Potasium), kekurangan karbohidrat, tegang otot, kekurangan beberapa vitamin, dan sirkulasi darah yang buruk.

Untuk mengatasi kram otot yang sering terjadi, saya menganjurkan 3 manuver sebelum tidur dan 2 manuver setelah bangun untuk para lansia tersebut. Selain itu juga rajin mengkonsumsi sumber mineral dan vitamin yang banyak terdapat di sayur-sayuran hijau dan  buah-buahan, terutama pisang dan air kelapa muda.

Manuver sebelum tidur : (Masing-masing gerakan dilakukan bergantian kanan dan kiri menggunakan hitungan 3 x 8)

  1. Duduk dengan kaki lurus di kasur. Gunakan selendang yang digunakan untuk menarik tungkai ke atas dan ke bawah. Selendang dipegang dengan kedua tangan dan dilewatkan pada telapak kaki.
  2. Sambil tetap duduk, telapak kaki diayunkan ke depan dan ke belakang.
  3. Memijat sendiri betis.

Manuver setelah bangun pagi :

  1. Masih berbaring, angkat tungkai lurus dan ditahan dengan menahan betis menggunakan kedua tangan, bergantian tungkai kiri dan kanan dengan hitungan 3 x 8.
  2. Bangkit pelan-pelan, dan dorong tembok dengan satu tungkai lurus ke belakang dan satu tungkai menekuk ke depan. Bergantian kiri dan kanan dengan hitungan 3 x 8.

Cara mengatasi bila telanjur terjadi kram otot: segera duduk dan tarik bagian yang mengalami kram otot sehingga teregang  maksimal. Lalu lakukan kompres hangat selama 15 menit diikuti kompres dingin selama 15 menit pula.

Nah, selamat mencoba, dan semoga dapat membantu mencegah mengatasi kram otot yang sering terjadi.

Salam sehat,

dr. Juliani Dewi, SpPK

 

PEMAKAIAN MASKER YANG BENAR

Sebagai praktisi kesehatan, saya prihatin dengan viralnya video tentang pemakaian masker yang dibolak balik. Akhir-akhir ini beredar beberapa versi video di medsos tentang cara pemakaian masker. Si narasumber terlihat meyakinkan, sehingga banyak sekali orang mempercayainya, termasuk tenaga medis. Mereka memperlihatkan perbedaan penggunaan masker pada orang sakit dan orang sehat dengan membolak balik masker tersebut. Apakah ini benar? Jangan-jangan hanya informasi sesat yang diviralkan.

Mari kita lihat sumber resmi yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan Indonesia yang tertuang dalam Permenkes no. 27 tahun 2017:

Masker digunakan untuk melindungi wajah dan lapisan dalam mulut dari cipratan darah dan cairan tubuh pasien atau permukaan lingkungan udara yang kotor. Masker melindungi pasien atau permukaan lingkungan udara dari petugas pada saat batuk atau bersin. Masker yang di gunakan harus menutupi hidung dan mulut serta melakukan Fit Test (penekanan di bagian hidung). Terdapat tiga jenis masker, yaitu:

1. Masker bedah, untuk tindakan bedah atau mencegah penularan melalui percikan air ludah.

2. Masker respiratorik, untuk mencegah penularan melalui udara.

3. Masker rumah tangga, digunakan di bagian gizi atau dapur.

Cara memakai masker:

  1. Memegang pada bagian tali (kaitkan pada telinga jika menggunakan kaitan tali karet atau simpulkan tali di belakang kepala jika menggunakan tali lepas).
  2. Tekan klip tipis fleksibel (jika ada) sesuai lekuk tulang hidung dengan kedua ujung jari tengah atau telunjuk.
  3. Membetulkan agar masker melekat erat pada wajah dan di bawah dagu dengan baik.
  4. Periksa ulang untuk memastikan bahwa masker telah melekat dengan benar.Tidak disebutkan perbedaan cara pemakaian pada orang sakit dan orang sehat. Tetapi mari kita lihat dan pikirkan :

1. Pabrik produsen masker telah mendisain bahan masker sehingga yang lembut (bagian yang berwarna putih) yang menempel pada kulit wajah. Bagian yang berwarna, lebih kasar dan memang diperuntukkan untuk digunakan sebelah luar. Apabila penggunaanya dibalik (yang berwarna putih di sebelah luar), maka bagian yang kasar akan menempel di kulit wajah. Bila penggunaan masker berlangsung 3 – 4 jam, ada kemungkinan terjadi iritasi pada kulit wajah.

2. Adanya klip tipis fleksibel dimaksudkan digunakan untuk dijepitkan sesuai lekuk hidung. Tujuannya agar masker melekat erat pada wajah dan tidak mudah dimasuki partikel debu atau bakteri berukuran besar. Maka bagian yang ada klipnya tentu harus di sebelah atas (hidung). Sedang bagian masker bagian bawah harus bisa menutupi dagu.

3. Terdapat lipatan masker yang sudah didisain, sehingga bila digunakan secara benar (bagian berwarna di sebelah luar), maka lipatan akan menghadap ke bawah. Berbeda bila dibalik, maka lipatan itu akan menghadap ke atas, dan malah menampung debu.

Nah, ….. sekarang kita jadi tahu bagaimana menggunakan masker secara benar, dan tidak termakan hoax yang menyesatkan.

 

Salam sehat…..

dr. Juliani Dewi, SpPK

 

 

YANG PERLU KITA KETAHUI SOAL PEMERIKSAAN LDL DIREK

Pemeriksaan check up kolesterol yang umum dilakukan meliputi pemeriksaan kadar Kolesterol Total, kadar kolesterol LDL, kadar Kolesterol HDL, dan kadar Trigliserida. Memang lebih lengkap lagi bila dilengkapi dengan kadar Apo B, Apo A1, Lp(a) sebagai profil lipid lengkap seseorang. Tetapi 4 jenis pemeriksaan terdahulu lebih umum digunakan dan perlu dilakukan secara rutin pada orang yang berusia di atas 30 tahun.

Kali ini kita menyoroti soal kadar Kolesterol LDL. Kolesterol LDL merupakan lemak “jahat”. Kolesterol ini bila teroksidasi, akan menjadi bahan terbentuknya plak yang bila menumpuk terus akan menyebabkan pembuntuan pada pembuluh darah. Di laboratorium, metode pemeriksaan LDL yang sering digunakan ada 2 metode. Metode yang baik adalah dengan mengukur secara langsung kadar LDL di dalam darah seseorang. Karena pengukurannya dapat dikatakan langsung mengukur kadarnya dalam darah, maka metodenya dikatakan atau disebutkan sebagai “Kolesterol LDL Direk”. Berbeda halnya dengan laboratorium yang mencantumkannya sebagai “Kolesterol LDL” saja. Pada umumnya metode yang digunakan adalah menggunakan Rumus Friedewald yaitu penghitungan dengan kalkulator atau kini sudah dapat diterapkan pada  rumus yang tersedia di internet. Kolesterol LDL dihitung sebagai Kolesterol Total – HDL – Trigliserida / 5. Rumus ini tidak akurat untuk pasien dengan kadar Trigliserida dan / atau kadar Kolesterol Total sangat tinggi (Cordova, 2004). Maka berhati-hatilah dalam melakukan check up Kolesterol LDL.

Cara mengetahui apakah kadar Kolesterol LDL diukur secara langsung (Kolesterol LDL Direk) adalah :

1. Pada lembar pemeriksaan tertulis LDL Direk.

2. Pasien tidak perlu puasa.

3. LDL Direk bisa diukur tunggal (tanpa harus melakukan pemeriksaan Kolesterol Total, HDL, dan Trigliserida).

Memang, karena hanya menggunakan kalkulator, maka harga pemeriksaan LDL (dengan rumus Friedewald) tidak dihitung, sehingga secara total, tagihan pemeriksaan check up lemak menjadi lebih murah dibandingkan dengan bila pemeriksaan menggunakan LDL Direk.

Kualitas lebih berharga daripada murahnya suatu pemeriksaan.

Salam sehat….